Imam Setiaji Ronoatmojo

Rookie - 10 Points (1 July 1960 / Cilacap (Indonesia))

Sajak Meditasi: Bumi Yang Tertidur (Indonesian) - Poem by Imam Setiaji Ronoatmojo

Bumi yang hijau dan biru
Terbentang di matamu
Mata terpejam kabut terpejam
Dari ketinggian
Mata burung-burung bermigrasi
Menjumput rumput
Ibunda kesunyian
Ibunda perdamaian
Rumput seluas pandang
Padang cinta kasih
Bumi yang hijau dan biru
Bumi yang dibakar
Bumi yang apinya padam
Memejam bumi terbakar
Hati yang dibawa
Mendahului Tubuh
Tubuh bumi yang berjalan
Dalam langkah pelan
Kaki-kaki telanjang
Menginjak bumi
Langit dan bumi dipersatukan
Hari ini dan esok dipersatukan
Sukma dan jiwa disatukan
Pada satu titik
Mata hati
Seruling dibunyikan
Seruling hati
Memanggilmu
Mata yang terpejam
Bumi yangterpejam
Bumi yang hijau dan biru

(2014)


Comments about Sajak Meditasi: Bumi Yang Tertidur (Indonesian) by Imam Setiaji Ronoatmojo

  • Gold Star - 4,937 Points Veeraiyah Subbulakshmi (2/20/2014 7:56:00 PM)

    a beautiful poem on earth...

    Langit dan bumi dipersatukan
    Hari ini dan esok dipersatukan
    Sukma dan jiwa disatukan

    horizon is not real, but it looks like that the earth and the sky are united at that point...Keep writing..Thank you for sharing such a beautiful poem.. (Report) Reply

    0 person liked.
    0 person did not like.
Read all 1 comments »



Read this poem in other languages

This poem has not been translated into any other language yet.

I would like to translate this poem »

word flags

What do you think this poem is about?



Poem Submitted: Thursday, February 20, 2014



[Hata Bildir]