Learn More

Imam Setiaji Ronoatmojo

Rookie - 10 Points (1 July 1960 / Cilacap (Indonesia))

Andai Codot Masih Di Atas Pohon Sana! (Indonesian)


Kita tak bisa bayangkan,
Bagaimana suasana malam dinihari begini,
Pada seratus tahun yang lalu,
Seandainya saya ambtenar Djawatan Geologi
'Dienst van het Mijnwezen',
Di Batavia tahun 1911,
Pasti saya berada di sekitar Menteng,
Karena saya koleganya Fennema,
Di sana pasti masih rimbun pepohonan,
Sebagai ambtenar Geologi pribumi,
Pasti itu masih langka karena tugasnya
buat petakan SDA di telatah kolonial,
Kerja berbulan-bulan di hutan-hutan,
Maka saya tidak bisa bayangkan malam-malam begini,
Suasananya sunyi sepi,
Ada listrik tapi sengaja dipadamkan di malam hari,
Pasokan yang harus dihemat,
Saat saya ingin menulis surat bagi sahabat di Belanda,
Saya akan duduk ditemani lampu minyak meskipun berada
di lingkungan rumah gedong Belanda,
Kalimat-kalimatnya akan susah untuk bebas liar,
Karena kata-kata waktu itu terkurung oleh ruang dan waktu,
Seperti yang kita rasakan saat membuat surat jaman pra email,
Sastra juga berubah sangat cepat,
Kini malam begini sudah jadi malam
yang terang meski tetap hening,
Tak ada kegelapan lagi,
Suara-suara pun sudah dijamah saluran radio 24 jam,
Mungkin dulu di seputar Menteng hanya suara anjing
para penjaga yang melolong,
Lalu suara-suara codot di ketinggian pohon,
Ada satu dua lampu yang nyala..
Untuk satu halaman surat saja, dengan tinta di pena,
sering telah disobek berlembar-lembar kertas,
Kini kita bisa hapus dan edit,
Betapa perubahan telah mengubah banyak hal,
Persahabatan semakin dekat namun juga semakin rapuh,
Ide dan pengetahuan semakin mudah diperoleh
tapi semakin mudah pula ketidakjujuran dilakukan,
Plagiat bisa dilakukan dengan cepat,
Ruang (spasial) dan waktu (temporal) kini
perlu dimaknakan kembali,
Seperti jam-jam begini jaman dulu,
Campur dengan hal-hal mistis,
Kini yang mistis dan spiritual sangat mudah dibedakan,
Tapi juga sangat mudah dilupakan..

(2011)

Submitted: Wednesday, October 02, 2013
Edited: Thursday, October 03, 2013

Do you like this poem?
0 person liked.
0 person did not like.

Read this poem in other languages

This poem has not been translated into any other language yet.

I would like to translate this poem »

word flags

What do you think this poem is about?

Comments about this poem (Andai Codot Masih Di Atas Pohon Sana! (Indonesian) by Imam Setiaji Ronoatmojo )

Enter the verification code :

There is no comment submitted by members..

Trending Poets

Trending Poems

  1. The Road Not Taken, Robert Frost
  2. Still I Rise, Maya Angelou
  3. Death is Nothing at All, Henry Scott Holland
  4. Christmas Trees, Robert Frost
  5. Police Car, Mitchell Gonzalez
  6. Stopping by Woods on a Snowy Evening, Robert Frost
  7. Fire and Ice, Robert Frost
  8. A Visit from St. Nicholas, Clement Clarke Moore
  9. The Boy Who Laughed At Santa Claus, Ogden Nash
  10. Annabel Lee, Edgar Allan Poe

Poem of the Day

poet Li Po

Amongst the flowers I
am alone with my pot of wine
drinking by myself; then lifting
my cup I asked the moon
to drink with me, its reflection
and mine in the wine cup, just
...... Read complete »

   

Member Poem

poet Marvin Brato Sr

New Poems

  1. My Little Bird, Alfred Oyori
  2. Regret, Damian Murphy
  3. Helpless reasonings, Howard MacDougall
  4. The first Flight, michael hagwood
  5. Fake, RJP Patterson
  6. Bee Bathes In Bliss, Saiom Shriver
  7. Merry Christmas, lee fones
  8. Searching For Convictions, RoseAnn V. Shawiak
  9. Not Strong Enough, RoseAnn V. Shawiak
  10. Past Woes, Naveed Akram
[Hata Bildir]