Imam Setiaji Ronoatmojo

(1 July 1960 / Cilacap (Indonesia))

Sebuah bom yang meledak bernama sunyi (Indonesian)


: Teungku Abdullah Syafii in memoriam
(1)

Bilakah ini harinya bom yang engkau lemparkan bersama
Butir udara berinteraksi memekatkan cinta
Yang dinamakan kesumat tak akan ada yang
Bisa kuperbuat kecuali
Menikam waktu dan sebuah bom yang
Meledak engkau sebut sunyi,
Dari lukakah mengalirkan darah
Yang engkau sebut cinta yang
Akhirnya menghantarkan
Pada kilatan api dalam ketiadaan,
Ketiadaan Teungku yang menemukan
Aliran darahnya, ketiadaan hamba tanpa sunyi,
Dan engkau lemparkan sunyi, engkau lemparkan
Kepada waktu:
Sebuah bom meledak bernama sunyi
Lalu aku mencatatnya dengan cinta

(2)

Teungku: duka duri semak ada di dadamu, cinta manakah
Yang hendak dikuburkan, aku tepiskan
Tanpa memilih hidup ini akan dikemanakan
Mungkin bersama bayang-bayang hujan lalu
Sunyi ini akan diberikan kepada siapa?
Siapakah pembunuh waktu yang tak mengerti:
Luka ini berasal juga dari Cinta
Cinta berasal muasal dari duka keabadian
Mungkin kita ini bangsa yang lupa
Bahwa bendera kita bukanlah kemenangan
Tetapi kekalahan berkepanjangan
Sebagai hamba Duli Paduka, cinta manakah?
Bagai berondongan pertanyaan ini menyergap
Dan Teungku: dekaplah damai keabadianMu

(3)

Duka sergap kematian ini semakin lekat, bila moncong menganga
Selalu berarah kepadamu, kenangan apakah
Jejak bayang-bayang hujan terlalu samar
Untuk siapakah engkau kirim kegelisahan ini
Senyap rerumputan memagut lelapmu
Sungai berdiri diam bisu
Menorehkan sederet kebahagiaan
Lewat peluru, mesiu dan bayang-bayang
Mawar, cinta dan kematian
Tak ada yang lebih menarik lagi
Tak ada yang lebih menarik lagi

(2002)

Submitted: Saturday, October 20, 2012

Do you like this poem?
0 person liked.
0 person did not like.

What do you think this poem is about?



Read this poem in other languages

This poem has not been translated into any other language yet.

I would like to translate this poem »

word flags

What do you think this poem is about?

Comments about this poem (Sebuah bom yang meledak bernama sunyi (Indonesian) by Imam Setiaji Ronoatmojo )

Enter the verification code :

There is no comment submitted by members..

PoemHunter.com Updates

Poem of the Day

poet Charles Stuart Calverley

He stood, a worn-out City clerk —
Who'd toil'd, and seen no holiday,
For forty years from dawn to dark —
Alone beside Caermarthen Bay.
...... Read complete »

   

Trending Poems

  1. The Road Not Taken, Robert Frost
  2. Annabel Lee, Edgar Allan Poe
  3. Dreams, Langston Hughes
  4. Do Not Go Gentle Into That Good Night, Dylan Thomas
  5. Phenomenal Woman, Maya Angelou
  6. If You Forget Me, Pablo Neruda
  7. I Know Why The Caged Bird Sings, Maya Angelou
  8. "Hope" is the thing with feathers, Emily Dickinson
  9. Still I Rise, Maya Angelou
  10. As I Grew Older, Langston Hughes

Trending Poets

[Hata Bildir]