Treasure Island

Imam Setiaji Ronoatmojo

(1 July 1960 / Cilacap (Indonesia))

Sajak Meditasi: Selembar Daun Jatuh (Indonesian)


Sahabat-sahabat perjalananku;

Mari kita pejamkan mata dan lakukan perjalanan
yang sangat indah, suatu perjalanan yang tidak
ditempuh dengan keramaian, tetapi kesunyian, dan keheningan.
Sambil melangkah, kita melihat bayangan daun jatuh gugur,
berwarna kuning,
Mungkin itu daun yang telah layu, tetapi ia ikhlas akan turun menjadi pupuk bagi tanah,
tak ada airmata kesedihan tetapi air mata kebahagiaan.
Ia hanyalah selembar daun,
tak ada yang punya, tak ada yang merasa memiliki,
ia yatim piatu,
ia papa,
tapi ia tampak bahagia sekali...
Ia telah tuntaskan tugas.
Lalu ada angin dan air berdesir menyambut kedatangannya.
Air dan angin yang merasa bahagia juga
menyambut daun turun ke tanah.
Air dan angin, sahabat tanah selalu.
Saling membelai dalam setiap langkah..
Air yang mengalirkan nyanyian-nyanyian
Dan angin yang mendengarkan serta menari-nari,
Angin yang membimbing daun menari,
sebuah tarian yang sangat indah,
Dalam keheningan samudera, alam semesta
Daun yang papa menjadi bahagia
Bahwa ia sebetulnya dimiliki oleh semesta
Turun ya turun ke bumi
Tanah dan bumi adalah kubur terhormat bagi dirinya
Setiap kebaikan daun akan dikenang oleh bumi
tak ada hidup yang sia-sia
Tak ada pekerjaan yang sia-sia
ia telah diterima alam semesta
Keihlasan akan mendatangkan keajaiban-keajaiban
Alam akan mendukung setiap langkahmu
Daun yang segera turun ke bumi
Ia melayang dibantu oleh angin
Berjalan pelan-pelan sekali
menikmati akhir kematiannya dengan indah
hanya suara air dan angin
seperti suara mandolin dan seruling
Kubur yang indah bagi daun
Kehormatan telah dijalaninya
Dharma kepada sesama
Tak pernah ingkar janji
Hati yang selalu dibimbing,
Berangkat duluan sebelum tubuh melangkah
Hati yang selalu dibimbing oleh cinta kekasih
Keabadiaan yang mengucapkan selamat datang
maka nikmatilah musik keheningan ini..

Salam penyair,


I.S. Aji Ronoatmojo

Submitted: Tuesday, November 19, 2013
Edited: Friday, November 22, 2013

Do you like this poem?
0 person liked.
0 person did not like.

What do you think this poem is about?



Read this poem in other languages

This poem has not been translated into any other language yet.

I would like to translate this poem »

word flags

What do you think this poem is about?

Comments about this poem (Sajak Meditasi: Selembar Daun Jatuh (Indonesian) by Imam Setiaji Ronoatmojo )

Enter the verification code :

There is no comment submitted by members..

PoemHunter.com Updates

New Poems

  1. With elegant grace she overflowed, Erato
  2. My Words, Asit Kumar Sanyal
  3. Sealed, Valerie Dohren
  4. Enamored Love, Lilly Emery
  5. The Futility Of Illusions, Bazi alis Subrata Ray
  6. Tour of Autumn, Cathy Hodgson
  7. The ache, DEEPAK KUMAR PATTANAYAK
  8. Ein schmaler Streifen kahler Klippen, Wolfgang Steinmann
  9. We've Got to Tear These Fences Down Yeah!, David Clinch
  10. It's My Home, Lawrence S. Pertillar

Poem of the Day

poet Walt Whitman

ARM’D year! year of the struggle!
No dainty rhymes or sentimental love verses for you, terrible year!
Not you as some pale poetling, seated at a desk, lisping cadenzas
piano;
...... Read complete »

   

Trending Poems

  1. The Road Not Taken, Robert Frost
  2. Still I Rise, Maya Angelou
  3. Annabel Lee, Edgar Allan Poe
  4. Identity, Cyrus Diaz
  5. Phenomenal Woman, Maya Angelou
  6. Fire and Ice, Robert Frost
  7. No Man Is An Island, John Donne
  8. If You Forget Me, Pablo Neruda
  9. Invictus, William Ernest Henley
  10. Blackberry-Picking, Seamus Heaney

Trending Poets

[Hata Bildir]