Adenium Halliwell

Rookie (March 05,1985 / Jakarta)

Untuk yang Telah Pergi (Indonesian)


Sekali lagi...
Aku terbangun dalam kelamnya mimpi
Duduk terdiam di sudut bayangan sambil mengamati
Meskipun aku masih tidak tahu apa yang sebenarnya kunanti

Sosokmu mengingatkanku pada album-album tua
Ketika langit dan dinding masih berwarna sepia
Ketika rembulan masih terang dan apa adanya
Ketika langit malam masih hitam dan bercahaya

Ah... sudah berapa lama waktu berlalu?
Sudah berapa panjang aku menempuh jalan-jalan kelabu?
Meninggalkanmu bersama kenangan dan keabadian
Mencari namamu di antara surat-surat dari Tuhan

Terkadang dukaku ini begitu dalam dan tak tertahan
Ketika aku melihat pagi kelabu yang menyimpan kematian
Begitu banyak hal yang ingin kubicarakan denganmu
Begitu banyak kisah yang ingin kuceritakan kepadamu

Namun mungkin kau hanya akan duduk tenang mendengarkan
Hanya tersenyum bersahaja tanpa banyak bicara
Menanggapi kekonyolan hidupku dengan kebijaksanaan
Dan menanggapi sifat keras kepalaku dengan tawa

Mungkin kau pun sudah tahu...
Kalau semua yang kumiliki adalah warisan darimu
Kau terlalu cepat berlalu dari hidupku
Namun mungkin semua ini memang sudah cukup untukku

Sungguh, aku telah mengikhlaskan kepergianmu
Namun izinkan aku sesekali menangis mengenangmu
Sebab hanya dengan cara itulah aku bertahan
Melanjutkan ketulusan yang telah kau wariskan

Aku tidak akan pernah melupakan akarku
Bahkan meskipun mereka menganggapku naif dan mencelaku
Sebab aku ingin melanjutkan idealismemu yang penuh kasih
Membantu meringankan perjalanan orang lain tanpa pamrih

Ya... mungkin hanya itu yang bisa kulakukan untukmu
Sebab aku tidak akan pernah bisa membalas budimu
Ayah, terima kasih untuk segalanya
Dan semoga Tuhan menempatkanmu selamanya di dalam cahaya

[Jakarta,19 April 2011]

Submitted: Monday, March 11, 2013

Form:


Do you like this poem?
0 person liked.
0 person did not like.

Read this poem in other languages

This poem has not been translated into any other language yet.

I would like to translate this poem »

word flags

What do you think this poem is about?

Poet's Notes about The Poem

I dedicate this poem to my beloved father. May you rest in peace and love, Dad. May the Great Goddess cherishes your soul and puts you between the beautiful lights of the world.

Comments about this poem (Untuk yang Telah Pergi (Indonesian) by Adenium Halliwell )

Enter the verification code :

There is no comment submitted by members..

Trending Poets

Trending Poems

  1. 04 Tongues Made Of Glass, Shaun Shane
  2. The Road Not Taken, Robert Frost
  3. Still I Rise, Maya Angelou
  4. I Know Why The Caged Bird Sings, Maya Angelou
  5. Daffodils, William Wordsworth
  6. If You Forget Me, Pablo Neruda
  7. Dreams, Langston Hughes
  8. Phenomenal Woman, Maya Angelou
  9. If, Rudyard Kipling
  10. Death Of A Naturalist, Seamus Heaney

Poem of the Day

poet Percy Bysshe Shelley

Good-night? ah! no; the hour is ill
Which severs those it should unite;
Let us remain together still,
Then it will be good night.

How can I call the lone night good,
...... Read complete »

   

New Poems

  1. Out Of My Head, Anuradha Singh
  2. Revealing life in Death, Angell Afinowi
  3. The Jujube Tree And Me, Madathil Nair
  4. AM HOOKED IN YOUR TRUE LOVE., Changez Ndzai
  5. Coffee And Cream Chocolates, Michael P. McParland
  6. Bless You Tonight, Michael P. McParland
  7. You at the Center, rosalinda flores rosevoc
  8. Odia Poem- Brukshya Debata, Jitendra seth
  9. The Sorry Band-Aid, william upton
  10. Odia Poem- SATHI, Jitendra seth
[Hata Bildir]