Imam Setiaji Ronoatmojo

Rookie - 10 Points (1 July 1960 / Cilacap (Indonesia))

Sajak Meditasi: Pagihari Mencium Rambutmu (Indonesian) - Poem by Imam Setiaji Ronoatmojo

Mencium rambutmu di pagihari
Sukma hutan merasuk pelan-pelan
Wangi semak-semak dan bunga
Lonceng berdentang gemintang turun
Sungai mengalirkan airnya
Jiwa yang direndahkan
Burung-burung ringan terbang rendah
Menemui permukaan tanah
Rumput-rumput hijau dan biru
Langit tumbuh dalam warna pagi
Hati yang rendah
Burung-burung menjumput bunga rumput
Kita yang melayang terbang
Awan-awan menanyakan
Dimanakah dirimu kini?
Tanpa sayap kita terbang
Burung-burung menghisap madu
Dari kuntum-kuntum bunga
Ia menanyakan:
Dimanakah dirimu kini?
Tubuh-tubuh yang berbaring
Menghadap ke langit
Membujur setelah gemintang pergi
Lonceng-lonceng berdentang
Dan pertanyaan itu membentur lumut-lumut
Dimanakah dirimu kini?
Hati yang rendah
Burung-burung yang terbang rendah
Menandakan aku mencium rambutmu
di pagi hari
Hutan-hutan yang damai

(2014)


Comments about Sajak Meditasi: Pagihari Mencium Rambutmu (Indonesian) by Imam Setiaji Ronoatmojo

There is no comment submitted by members..



Read this poem in other languages

This poem has not been translated into any other language yet.

I would like to translate this poem »

word flags

What do you think this poem is about?



Poem Submitted: Wednesday, February 5, 2014

Poem Edited: Thursday, February 6, 2014


[Hata Bildir]