Imam Setiaji Ronoatmojo

Rookie - 10 Points (1 July 1960 / Cilacap (Indonesia))

Sajak Meditasi: Memejam Mata Yang Rabun (Indonesia) - Poem by Imam Setiaji Ronoatmojo

Memejam mata yang rabun
Terdengar bunyi denting
Bukan keramik pecah
Tetapi hati yang berbisik
Telinga terpejam
Hati yang mendengar
Bersuara lirih dan terdengar
Kita tinggalkan sejenak keriuhan
Ada apa dalam keriuhan?
Ada suara yang sama dari hatimu
Perlahan kita menari dalam dharmamu
Apa yang sudah kulakukan
Tak ada ketakutan disini
Cinta kasih telah ditunaikan
Kau panggil pulang
Jalanan lengang dan semak-semak menyibak
Mata memandang meski rabun
Jelas terpandang di ufuk
Ada bunyi yang lirih dari hatimu
Kita telah tunaikan
Kaki yang letih melangkah
Kita hibur sejenak dengan hati yang gembira
Menangkap sekawanan mega
Terus menuju ke Barat
Arah kakimu melangkah
Cinta kasih telah ditunaikan

(2014)


Comments about Sajak Meditasi: Memejam Mata Yang Rabun (Indonesia) by Imam Setiaji Ronoatmojo

There is no comment submitted by members..



Read this poem in other languages

This poem has not been translated into any other language yet.

I would like to translate this poem »

word flags

What do you think this poem is about?



Poem Submitted: Wednesday, February 19, 2014

Poem Edited: Wednesday, February 19, 2014


[Hata Bildir]