Treasure Island

Fitrah Anugrah

(OCTOBER,28.1974 / SURABAYA)

Lelaki yang Mati di Senja Hari


Lelaki yang Mati di Senja Hari

Lelaki terkulai di tepi pagi.Terbanting nasib mengurung mimpi yang tak pernah selesai.Matahari tak sampai hati tusukan pisau di gelap kamar sebab bulan telah temukan dia kleleran di pintu sore.

Sebuah roda siang minggirkan harapan pada tulisan di pagar kantor 'tidak ada lowongan kerja'. Jiwa memuai di panas jalanan. Lelaki itu menyimpan gerutu pada hampa langit. Dia malu melihat matahari, berharap bulan sediakan mimpi lelaki bujang menikahi bulan perawan tapi bulan sediakan kelenggangan. dan jerat seuntai tali di jingga langit menjerat nasib di pintu sore.Hingga malam menarik jiwa dalam gelap. Lelaki itu tak akan melihat matahari selamanya.

Dia mati muda

Submitted: Friday, April 03, 2009

Do you like this poem?
0 person liked.
0 person did not like.

What do you think this poem is about?



Read this poem in other languages

This poem has not been translated into any other language yet.

I would like to translate this poem »

word flags

What do you think this poem is about?

Comments about this poem (Lelaki yang Mati di Senja Hari by Fitrah Anugrah )

Enter the verification code :

There is no comment submitted by members..
[Hata Bildir]